top of page

RANGER MERAH: MESKIPUN KAMI LDR, AKHIRNYA KAMI BERHASIL LOLOS



ICGP-VD atau ICGP Video Division telah ditutup pendaftarannya dari sekian banyak peserta yang mendaftar ada satu tim yang unik karena anggotanya berasal dari dua wilayah berbeda yaitu Cirebon Jawa Barat dan Semarang Jawa Tengah. Mereka adalah tim Ranger Merah yang beranggotakan Momo dan Anggoro. Seperti apa cerita mereka tentang keikutsertaan dan proses pembuatan video mereka dalam kompetisi nasional yang ke-10 ini, akan kita simak dalam artikel ini.


Ketika interview ternyata salah satu anggota sedang di Surabaya dan partner satu lagi di Semarang, sehingga tim ini satu-satunya tim yang interviewnya LDR dibanding tim finalis yang lain. Mereka menyampaikan alasan ikut ICGP karena memang sudah dipersiapkan jauh hari untuk ikut dalam kompetisi offline nya. Namun, ketika pengumuman ICGP stage ditiadakan, mereka memutuskan untuk ikut dalam ICGP VD. Untuk seluruh persiapan dan proses terjadi di Cirebon karena menurut mereka akses di Cirebon lebih mudah dibanding di Semarang, hal ini karena Momo mengenal Dinas Pariwisata Cirebon dan bekerja untuk membuat kostum di National Costume. Untuk tempat syuting sendiri mereka memilih Bukit Bambu dan Batu Lawang dengan persetujuan dari Dinas Pariwisata, “aku minta izin Dinas Pariwisata untuk gunain tempat itu, langsung di acc keluar suratnya, kita bebas banget gunainnya” ucap Momo.



Pemilihan karakter Samurai Warrior 5 menurut mereka merupakan pilihan yang disepakati bersama, karena mereka berdua suka karakter-karakter heritage. Sebelumnya mereka akan menampilkan karakter Mitsuhide Akechi dan Oda Nobunaga versi tua untuk kompetisi on stage, namun setelah memutuskan untuk berubah ketika mereka ikut yang divisi video, “kami memilih karakter yang muda karena bisa di eksplore lebih jauh ceritanya dibanding yang sudah tua” ucap Anggoro. Selama prosesnya menurut Momo, dikerjakan di rumahnya sampai larut malam, “kalau di Cirebon, gak aneh pas kita lagi bikin larut malam, suka ada banyak yang “lewat”, mereka cuma lewat gak ganggu” jelas Momo. Untuk detail kostumnya sendiri, mereka mengambil referensi lengkap dari game nya, dengan banyak tambahan kreatif yang membuat kostumnya sangat detail, “Momo paling tau kalo soal bahan, di Cirebon juga lebih lengkap, dan support sistem untuk persiapan lebih baik di Cirebon” ucap Anggoro.



Untuk pembuatan dan editing video, seluruhnya dikerjakan oleh Anggoro, karena berbagi jobdesk antara mereka berdua. Dalam prosesnya di Cirebon, mereka berdua dibantu oleh asisten yang mengoperasikan kamera, juga sesuai dengan video game Samurai Warrior, mereka menggunakan drone untuk pengambilan dari udara. Ditambah dengan kreatif mereka menggunakan kuda untuk mendukung performance mereka dalam video, “kami hanya bayar pawangnya aja sebesar 150 ribu” ucap Momo. Dalam prosesnya malah ternyata videografer yang diharapkan ternyata sempat cancel, meskipun akhirnya mendapatkan penggantinya. Momo menjelaskan, dalam penggarapan video kendala mereka hampir tidak ada, namun mengkhawatirkan lokasi Batu Lawang, meskipun sangat cantik tapi berbahaya karena bentuknya seperti tebing tinggi, “tempatnya ekstrim banget, kita harus hati-hati disana” ucap Momo. Jarak antara Bukit Bambu dan Batu Lawang cukup jauh, seperti ujung timur ke barat dengan kendaraan mobil mereka tetap berkostum karena target mereka selesai dalam sehari. Secara proses, syuting mereka cukup memuaskan meskipun melelahkan.



Sebagai penutup, tim Ranger Merah menyampaikan bahwa mereka bersyukur bisa mengambil hikmah dari keikutsertaan dalam ICGP VD tahun ini. Harapan Anggoro adalah semoga Indonesia tetap eksis, karena tahun depan mungkin akan ikut kembali di divisi stage. Sementara Momo sebagai peserta yang ikut pertama kali dalam ICGP dia bisa mendapatkan prestasi yang cukup sebagai cosplayer, “aku sendiri minim prestasi, ingin ada sesuatu yang baik dalam cosplay” ujar Momo. Pada dasarnya Momo dan Anggoro sangat enjoy karena Anggoro sudah pernah ikut serta beberapa kali, sementara untuk Momo merupakan hal baru yang menarik.


Tonton VIDEO TIM RANGER MERAH di sini

Comentarios


bottom of page